CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Minggu, 04 Mei 2008

Basket SMAN 3 Tasikmalaya

Struktur Basket Ball Threetaz
SMA Negeri 3 Kota Tasikmalaya

Pelindung : Kepala SMAN 3 Kota Tasikmalaya
Penanggung Jawab : Wakasek Kesiswaan
Pembina : Drs. Saepudin
Pelatih : Asep
Ketua Umum : Ryan
Ketua I : Ferdy
Ketua II : Wildan
Sekretaris : Meima
Bendahara I : Vera
Bendahara II : Pramedya
Sie Peralatan : Dimar "Bimo"

Selasa, 01 April 2008

Wasit Indonesia Perlu Latihan Militer

Kehadiran wasit senior, Lee Kak Kuan, Direktur Teknik FIBA Asia dari Malaysia pada acara Klinik Wasit Nasional memang memberikan banyak masukan, terutama bagi para wasit junior. Lee banyak memberikan tambahan pengetahuan, terutama seputar perkembangan terkini di bola basket. Bagaimana pandangan Lee tentang para wasit Indonesia? Berikut pemaparannya kepada BasketIndonesia di Plasa Senayan Jakarta, Senin (27/2) siang.

BasketIndonesia: Anda menikmati sekali kegiatan klinik wasit di Jakarta ini?
Lee Kak Kuan: Benar. Para peserta sangat antusias mendengarkan segala pemaparan saya.

Banyakkah hal baru yang
diberikan?
Ya, cukup banyak. Saya memberikan hal-hal terbaru saat ini. Peraturan di FIBA berkembang sangat pesat.


Bagaimana dengan kualitas wasit Indonesia?

Jujur saya katakan, mereka perlu banyak belajar dan memperbanyak jam terbang. Ada yang bagus, namun ada juga yang buruk.
Misalnya?
Masalah konsentrasi, kebugaran fisik, dan pemahaman peraturan. Ketiga hal itu harus dikuasai secara bersamaan. Jangan hanya parsial. Jarang sekali wasit Indonesia di pelatihan ini yang memiliki ketiga hal itu sekaligus.

Apa kelemahan mendasar para wasit Indonesia?
Mereka kurang disiplin hampir di semua aspek. Karena tidak disiplin, konsentrasi mereka suka tiba-tiba hilang. Itu sangat berbahaya. Selain itu mereka juga kurang jam terbang di pertandingan bermutu.

Punya usulan untuk meningkatkan kedisiplinan para wasit?
Saya usul supaya mereka dimasukkan dalam camp militer agar mengerti bagaimana harus mendisiplinkan diri sendiri.

Adakah wasit dari Malaysia yang ikut ujian FIBA di Jakarta?
Ada yang berminat, namun mereka tidak ada yang lolos. Persiapan mereka sangat kurang. Fisik mereka buruk mungkin karena usai merayakan tahun baru Cina. Saya tidak akan meloloskan mereka yang memang tidak siap untuk menjadi wasit FIBA.

Rabu, 26 Maret 2008

Sejarah bola basket


Bola basket
adalah olahraga bola berkelompok yang terdiri atas dua tim beranggotakan masing-masing lima orang yang saling bertanding mencetak poin dengan memasukkan bola ke dalam keranjang lawan. Bola basket sangat cocok untuk ditonton karena biasa dimainkan di ruang olahraga tertutup dan hanya memerlukan lapangan yang relatif kecil. Selain itu, bola basket mudah dipelajari karena bentuk bolanya yang besar, sehingga tidak menyulitkan pemain ketika memantulkan atau melempar bola tersebut.

Bola basket adalah salah satu olahraga yang paling digemari oleh penduduk Amerika Serikat dan penduduk di belahan bumi lainnya, antara lain di Amerika Selatan, Eropa Selatan, Lithuania, dan juga di Indonesia.

Sejarah perkembangan

Basket dianggap sebagai olahraga unik karena diciptakan secara tidak sengaja oleh seorang pastor. Pada tahun 1891, Dr. James Naismith, seorang pastor asal Kanada yang mengajar di sebuah fakultas untuk para mahasiswa profesional di YMCA (sebuah wadah pemuda umat Kristen) di Springfield, Massachusetts, harus membuat suatu permainan di ruang tertutup untuk mengisi waktu para siswa pada masa liburan musim dingin di New England.Terinspirasi dari permainan yang pernah ia mainkan saat kecil di Ontario,Naismith menciptakan permainan yang sekarang dikenal sebagai bola basket pada 15 Desember 1891. More info:wikipedia.com

Dirk Nowitzki

Full name is Dirk Werner Nowitzki. His older sister, Silke, works for the NBA in International TV. His father, Joerg, played handball and his mother, Helen, starred for the German women's national basketball team. Served a mandatory stint in the German army from 9/1/97 to 6/30/98. Enjoys reading and playing the saxophone in his spare time.
German-born Dirk Nowitzki was an outstanding junior player who applied for early entry to the 1998 NBA Draft, where he was chosen ninth overall by the Milwaukee Bucks. Immediately traded to the Dallas Mavericks where he started slowly but has blossomed into a top player in the league. Has risen to the level of being named the best international player by general manager survey conducted before the 2002-03 season. The 7-0 forward who at times mans the pivot can strike fear in an opponent when he corrals a rebound and leads the break or prepares to launch a three-point bomb. Named to the 2002 All-NBA Second Team and later that summer earned MVP honors at the 2002 World Championships while paying for his native Germany in Indianapolis.


PRE-NBA:
Named Germany's Player of the Year for 1998 by Basket magazine....Led his club team to promotion into the German First Division (Bundesliga)....Prior to reporting to Mavericks training camp was the leading scorer in the league (21.4 ppg) and ranked third in rebounds (8.4)....Played eight games with the German National team in the European Championships 22-and-under tournament....Scored in double figures in seven times, including a 34-point, 15-rebound performance in Germany's final game, a 97-95 overtime win vs. Lithuania on 7/23/98....Germany finished seventh in the tournament with a 5-3 record....Captured global attention at the 1998 Nike Hoop Summit Game in San Antonio over Final Four weekend when his International Juniors team defeated the USA Juniors....Finished the game with a team-high 33 points, hitting 6-of-12 from the floor and collected 14 rebounds with three steals....In two seasons with WC. Form:NBA.com

Senin, 24 Maret 2008

Yao Ming Bisa Bermain di Olimpiade

[BEIJING] Pelatih tim nasional bola basket Tiongkok, Bai Xilin, pada Rabu (27/2) WIB, tetap optimistis kalau salah satu pemain andalannya, Yao Ming akan pulih dan bisa bermain di Olimpiade Beijing tahun ini. Pemain center klub Houston Rockets dengan tinggi badan 2,29 meter itu cedera tulang kaki kirinya. Kepastian cedera itu setelah dia menjalani serangkaian pemeriksaan medis secara mendalam, awal pekan lalu.

Hasil diagnosis tim dokter Rockets menetapkan kalau Yao harus menjalani serangkaian pengobatan. Yao di diagnosa tidak bisa memperkuat Rockets sampai musim kompetisi ini berakhir.
Yao memang sudah cedera, setelah pertandingan Laga Bintang NBA pada pertengahan bulan ini. Dia memutuskan terus memperkuat Rockets sampai akhirnya dinyatakan dokter tidak bisa lagi melanjutkan aksinya di lapangan.

Dengan kata lain kemungkinan dia hanya memiliki sisa waktu yang sangat pendek untuk memulihkan kesehatannya menjelang upacara pembukaan Olimpiade Beijing, 8 Agustus mendatang.

Asosiasi Bola Basket Tiongkok (CBA), kini mempersiapkan sebuah alternatif ke depan apabila betul Yao tidak bisa tampil di Olimpiade. Ketidakhadiran Yao di pesta olahraga itu akan menjadi pukulan yang menyakitkan bagi tim bola basket Tiongkok.

"Kami termasuk para penggemarnya di Tiongkok terkejut dan khawatir ketika mendengar Yao cedera," ujar Bai yang dikutip Shanghai Daily dalam situsnya, Rabu (27/2), di Beijing. "Kita bisa memahami sepenuhnya apa yang dirasakannya sekarang dan kita harap dia tetap bersikap positif dan optimistis saat menjalani pengobatan."

Wakil Direktur CBA, Hu Jiashi mengatakan cedera yang diderita Yao adalah akumulasi dari proses yang panjang itu. Dalam olahraga yang bersifat kompetisi, cedera tidak bisa dihindari. "Karena itu, usaha menghindari pemain dari cedera akan menjadi prioritas dalam sesi latihan di masa depan."